Home Beauty Coding Mum Merambah Luar Negeri

Coding Mum Merambah Luar Negeri

127
0
SHARE

Jakarta, 24/03/2017 – Setelah sukses dilaksanakan di beberapa kota di Indonesia, tahun ini Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) akan menyelenggarakan Coding Mum di luar negeri. Coding Mum luar negeri merupakan pelatihan bahasa pemrograman komputer dengan sasaran ibu – ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh migran Indonesia. Negara yang menjadi tujuan pelaksanaan kegiatan ini diantaranya Singapura, Malaysia (Kuala Lumpur dan Johor), Hongkong, Taiwan, dan Arab Saudi (Madinah).

 

Kegiatan Coding Mum bertujuan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan para buruh migran wanita, agar ketika pulang ke tanah air mereka bisa melakukan bisnis online dengan cara membuat halaman web usaha mereka sendiri ataupun bekerja sebagai programmerMultiplier effectyang mereka berikan adalah dapat menghasilkan lapangan pekerjaan dan sumber pendapatan baru.  

 

“Kegiatan ini merupakan bagian dari skenario besar Bekraf dalam mencapai sasaran strategis penyerapan tenaga kerja dari sektor industri ekonomi kreatif dengan jumlah hingga tujuh belas juta di tahun 2019. Buruh migran wanita itu angkatan kerja yang sangat potensial. Saya harapkan pelatihan ini semakin mempercepat efek bola salju pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dan pada akhirnya, Coding Mum dapat menjadi sebuah gerakan nasional yang mampu mengatasi permasalahan tingginya kebutuhan tenaga programmer di Indonesia,” ujar Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf

 

Untuk pelaksanaan Coding Mum di luar negeri, Bekraf telah bekerjasama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT. Kolaborasi Ide Kreatif (Kolla Space) dengan target peserta direncanakan sebanyak dua belas batch. Setiap batch akan diikuti 10-20 peserta dari buruh migran wanita yang terpilih melalui seleksi. Dua belas batch terdiri dari Singapura dengan empat batch yang dimulai dari bulan Januari, Maret, Juli dan September 2017; dua batch di Hongkong akan dilakukan pada bulan April dan Juli 2017; satu batch di Madinah; dua batch di Taiwan rencananya akan dihelat pada bulan Juli dan September 2017; dua batch di Johor serta satu batch di Kuala Lumpur yang masing masing akan dimulai pada bulan Agustus 2017.

 

Kurikulum Coding Mum di Asia mewajibkan peserta melakukan pelatihan dalam delapan kali pertemuan. Targetnya peserta akan menguasai dasar-dasar Front End Designer aplikasi web, mengerti konsep arsitektur sebuah aplikasi web dan mampu mendesain sebuah halamanwebsite. Pelatihan ini dapat berkembang menjadi penguasaan terhadap developer HTML dan Javascript. Sehingga, para alumninya dapat mengembangkan karir sebagai programmer paruh waktu ataupun bekerja full time disebuah perusahaan.

 

Sebelum dilaksanakan pelatihan Coding Mum di Asia, sudah dilakukan sosialisasi dan Training of Trainer (TOT) terlebih dahulu. Sosialisasi bertujuan untuk mengumumkan rencana kegiatan, melakukan konsolidasi dengan perwakilan pemerintah di negara tersebut, merekrut calon mentor dan sekaligus menyeleksi calon peserta. Training of Trainer dimaksudkan untuk mempersiapkan para mentor yang akan menjadi pengajar di kelas Coding Mum. Para mentor diambil dari warga negara Indonesia yang tinggal di negara tempat pelaksanaan kegiatan. Pada tahun 2016, sosialisasi telah dilakukan di berbagai negara seperti Singapura, Hongkong dan Arab Saudi.

 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pihaknya akan mensinergikan program Coding Mum dengan program Mandiri Sahabatku yang telah dilaksanakan sebelumnya di Hongkong, Malaysia, Korea dan Singapura. Dihelat sejak 2011, program Mandiri Sahabatku telah memberikan pelatihan berwirausaha kepada lebih dari 10,000 BMI. “Selain seirama dengan program Mandiri Sahabatku, antusias kami dalam mendukung program ini juga didorong oleh komitmen perseroan untuk terlibat dalam berbagai inisiatif yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam membangun negeri,” ungkap Kartika.

 

Sekilas tentang Coding Mum

 

Coding Mum pertama kali diselenggarakan 22 Februari 2016 di KOLLA Sabang, Jakarta. Kepala Badan Triawan Munaf meresmikan peluncuran program ini sekaligus membuka kelas perdana Coding Mum tersebut. Program Coding Mum kemudian dilanjutkan di Malang, Jakarta tahap 2, Bandung, Surabaya, Bogor dan Makasar dengan jumlah alumni sebanyak 170 orang baik dari program Bekraf maupun secara mandiri dari para lulusannya, serta 45 orang mentor. Saat ini para alumninya telah mengembangkan bisnis kuliner, kriya dan usaha-usaha ekonomi kreatif lainnya dengan menggunakan jaringan online melalu website. Selain itu, alumni Coding Mum juga bekerja di beberapa perusahaan seperti Tokopedia, ProCode CG, PT. Digital Makmur Sejahtera, Labtek Indie dan berbagai perusahaan dari luar negeri sebagai Front End Programer Website atau Beta Tester/Reviewer dengan mendapatkan penghasilan tambahan minimal 3 juta/bulan dan tanpa harus meninggalkan rumah.

 

Salah satu lulusan Coding Mum adalah Ibu Diova dari Perkumpulan Pengusaha Jilbab Lamongan yang mengikuti pelatihan Coding Mum di Jakarta Februari lalu. Kini ia mengembangkan bisnis hijabnya melalui website “Diova Collection” dengan omset yang semakin berlipat. “Dulu harus titip dagangan ke web-web tetangga. Sekarang sudah bisa bikin website sendiri jadi penjualan semakin oke. Terima kasih Coding Mum.” Katanya sumringah.

 

Siti Aisyah, salah satu alumni Coding Mum asal Surabaya bahkan memenangkan kompetisi IWIC 10 Indosat Oreedo tahun 2016. Dari 3.600 ide, terpilih 34 finalis IWIC 10 Indosat Oreedo dari Indonesia, Filipina, Myanmar dan Jepang. Siti Aisyah adalah salah satunya. Di IWIC 10, Siti Aisyah masuk dalam kategori woman apps, dan mendapatkan juara 2. “Coding Mum perlu diadakan terus dan kalau bisa merata di Indonesia, agar ibu-ibu bisa mempelajari web dan yang lebih penting lagi ibu-ibu bisa lebih melek teknologi. Lebih baik lagi kalau bisa mendapatkan penghasilan dari program ini”, ujar ibu dua orang anak ini