Gaya Hidup

Trend Muaythai, Jangan Sekadar Ikut-ikutan

Author: Elvy Yusanti, 28 Feb 2019 15:58 Wib

Trend Muaythai, Jangan Sekadar Ikut-ikutan

Muaythai termasuk olahraga yang populer dan sedang digandrungi kaum wanita. Dipercaya bisa meningkatkan stamina dan menurunkan berat badan. Meski termasuk katagori olahraga keras, jika dilakukan dengan benar dan dipandu profesional, olahraga ini aman untuk dilakukan perempuan.

Ruang Latihan Sanggar Ratri di Sawangan, Depok setiap Selasa dan Jumat pukul 07:00 – 09:00 WIB terlihat ramai. Tampak beberapa perempuan memasang hand wrap dan bersiap memulai  berlatih  Muaythai yang dipandu Sapta Satrio.  Pertama-tama sekitar 7 peserta yang semuanya wanita melakukan pemanasan. Sit up, push up, plank, lalu berlatih jurus. Pukulan jab, hook, upper cut, strike, lalu tendangan high kick, middle kick, push kick, dan lain sebagainya.

Di sela latihan yang cukup menguras tenaga itu, sesekali ibu-ibu paruh baya  berkelakar dengan sang pelatih. Di antaranya menawar, bagaimana jika push up yang harus dilakukan sebanyak 15 kali hitungan turun menjadi hanya 10.  Meski terlihat lelah, mereka menyelesaikan sesi pemanasan dan latihan dengan semangat. Dan latihan hari itu diakhiri dengan sparing selama lebh kurang 3 menit dengan sang pelatih.

Jatuh Hati pada Muaythai

Dessy Amirah Hidayat (45), yang berprofesi sebagai asisten dokter gigi sejak tahun 2017 mulai aktif berlatih Muaythai. “Awalnya hanya coba-coba saja, tapi ternyata langsung jatuh cinta sama olahraga ini,” kata Dessy. Ibu dua anak juga memang menyukai olahraga ini beruntung mendapat pelatih yang sabar dan telaten dalam membimbing.

Meski latihannya termasuk berat, dia tidak menghadapi kesulitan dan justru sangat menikmati. “Alhamdulillah, mungkin pengaruh coach-nya ya, latihan selalu happy, jadi sesulit apapun saya bisa menjalani,” ujarnya. Dessy yang juga menekuni Bellydance dan Yoga ini mengatakan, Muaythai  termasuk olahraga yang menantang dan membuatnya penasaran ingin lebih mendalaminya. “Pengaruhnya di badan juga jauh lebih oke dibanding olehraga lain yang pernah saya jalani. Setelah rutin Muaythai badan jadi tambah bugar,” ungkap Dessy yang saat remaja badannya terbilang ringkih.

Tulang Tangan Patah

Ekanita Desi Permatasari (48) punya pengalaman berbeda. Perempuan yang  berprofesi sebagai arsitek ini sempat mengalami patah pergelangan tangan dan tulang siku retak saat berlatih tahun 2017 lalu. “Sebetulnya kesalahannya karena kurang  kencang mengenakan hand wrap dan memukul terlalu emosional,” kata Desi. Namun karena dia kadung menggandrungi olahraga beladiri asal Thailand ini, jadi Desi masih semangat untuk melakukan latihan.

Ibu dua anak ini mulai rutin berlatih tahun 2016 karena memang suka olahraga beladiri.  Pada awal-awal latihan dia mengaku mengalami kesulitan di pernafasan dan tenaganya yang terkuras. Namun lambat laun terbiasa dan justru nagih meski dalam hal teknik latihan, Muaythai termasuk cukup rumit.

Desi yang gemar bersepeda, berenang dan angkat beban ini merasa setelah berlatih Muaythai tubuh jadi lebih bugar dan tidak mudah letih. Dukungan keluarga juga membuatnya lebih bersemangat, bahkan tak jarang suami dan anak-anak menemaninya berlatih. “Setiap sesi latihan selalu saya nikmati, dan pasti ada pelajaran baru yang didapat,” pungkasnya.

 

Pembentukan Tubuh dan Penurunan Berat Badan

Pelatih Muaythai Sapta Satrio mengatakan, ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki terkait olahraga ini. Selain karena fisik perempuan tidak sekuat laki-laki, tujuan mereka mengikuti latihan juga berbeda. “Perempuan umumnya latihan beladiri untuk membakar kalori atau penurunan berat badan sedangkan laki-laki umumnya memang untuk beladiri,”ujar pria kelahiran Sumbawa Barat, 19 Mei 1984.

Karena tujuannya berbeda, menurut Sapta, cara memberikan pendampingan kepada perempuan dan laki-lakipun berbeda. Biasanya pertanyaan yang muncul dari peserta perempuan yang berkaitan dengan pengencangan perut, paha, atau penurunan berat badan ketimbang skill beladiri. Saptaa mengakui, saat ini lebih banyak perempuan dibanding laki-laki yang berlatih, dari 3 orang, 2 perempuan dan rata-rata bekerja.

Meski jenis olahraga keras dan rentan cidera, menurut Sapta, berlatih Muaythai secara rutin dengan cara yang benar untuk perempuan mampu menjaga kebugaran badan, stamina lebih prima, dan tentunya bisa meminimalisir resiko kriminal.

Dia menyarankan, sebelum berlatih secara rutin, ada baiknya mengenali tubuh sendiri, apakah pernah memiliki cedera atau riwayat cedera atau apakah memiliki penyakit tertentu. “Hal-hal itu  harus dikomunikasikan dengan pelatih sehingga intensitas atau metode latihannya disesuaikan dengan kondisi tubuh,” ungkap Sapta yang pernah terlibat Film Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, berperan sebagai Perwira Raja 1.

Sapta menambahkan, olahraga beladiri untuk perempuan tidak berisiko jika dilakukan dengan metode dan teknik yang benar.  Dia mengingatkan, sebaiknya berlatih Muaythai tidak sekadar mengikuti trend, tetapi dilakukan dengan niat untuk berolahraga demi mendatangkan kebugaran.

“Pendampingan oleh pelatih profesional juga sangat disarankan, mengingat jenis olahraga ini selain mengandalkan tenaga juga skill yang prima,” ungkap pemeran Basupati dalam Short Movie Aksara Dara ini. Sapta yang melebarkan profesinya di dunia seni peran ini saat ini belajar akting di Kelas Akting Regu Kerja Didi Petet yang diasuh oleh aktor dan juga couching artist Yayu Unru.