Keuangan

Uangmu Adalah Masa Depanmu

Author: Rahmi Hidayati, 13 Feb 2019 14:13 Wib

Uangmu Adalah Masa Depanmu

Dari jaman dulu sampai entah kapan, soal uang selalu jadi perhatian keluarga. Bukan cuma mereka yang hidup berkekurangan, bahkan yang sudah kaya raya pun tetap perlu berhitung akan masa depan mereka agar tetap terjamin.

Mengapa uang jadi begitu penting? Karena berbagai kebutuhan hidup mayoritas kita baru dapat dipenuhi kalau ada uang di dompet, tabungan, maupun investasi. Mulai dari pesta perkawinan, punya anak, biaya sekolah dari playgroup sampai kuliah, beli rumah, beli dan ganti kendaraan, asuransi kesehatan, persiapan pensiun dll, semuanya terkait uang.

Mengapa begitu pentingnya menghitung-hitung uang untuk keperluan yang entah berapa tahun lagi? Karena yang namanya inflasi tidak pernah bisa ditahan. Harga yang sekarang seribu perak bisa jadi berlipat 1000% dalam 10 tahun ke depan. Selain itu, kebutuhan juga akan terus berkembang seperti juga usia yang terus bertambah. Biaya kuliah anak yang mungkin akan senilai dengan penghasilan bulanan kita saat ini.

Ah, ribet dan pusing deh kalau sudah bicara uang. Bukan apa-apa, banyak hal ternyata yang harus kita pahami dan jalankan dengan konsisten kalau mau masa depan tetap nyaman. Namun ada beberapa hal yang bisa dijadikan pegangan  awal sebelum melangkah ke pengelolaan keluarga yang lebih canggih, selain mensyukuri berapapun penghasilan, tabungan dan aset yang kita punya.

  1. Ketahui dengan pasti berapa penghasilan tetap keluarga setiap bulan, baik penghasilan suami maupun istri. Angka ini menjadi patokan dasar dalam pengelolaan keuangan keluarga. Perkirakan penghasilan tidak tetap setiap bulan, dan buat daftar potensi sumber beserta besaran pemasukan tiap bulan. Suami istri harus kudu wajib terbuka soal penghasilan keluarga ini.
  2. Sisihkan, bukan sisakan, penghasilan yang didapat sebesar 10% untuk jajan, rekreasi dan bersenang-senang. Sebanyak 20% dipakai untuk menabung atau berinvestasi, 30% untuk membayar utang dan 40% sisanya untuk biaya rutin rumah tangga.
  3. Buat perencanaan pengeluaran, termasuk untuk beribadah, dalam tiga tahun, lima tahun, 10 tahun, sampai masa pensiun nanti. Di dalamnya termasuklah rencana pendidikan anak di tiap jenjangnya.
  4. Hilangkan gengsi karena tidak memiliki barang atau gaya hidup seperti teman-teman lainnya.
  5. Tetap semangat menjalani hidup sambil terus belajar bagaimana memenuhi kebutuhan dengan segala kemampuan yang kita miliki.

Tentu tak cukup hanya lima hal ini saja untuk dapat mengelaola keuangan dengan baik. Perlu pemahaman yang cukup mengenai pencatatan keuangan, plus minus tabungan, kelebihan deposito, jenis-jenis investasi, perlunya pegadaian dan lain-lain. Karena nya tetaplah semangat untuk belajar agar masa depan kita menjadi lebih menyenangkan.